Luvi Silverberg
November 28, 2022

toleransi antar umat beragama merupakan penerapan sila ke

Toleransi antaragama adalah penerapan ajaran toleransi kepada orang-orang dari agama yang berbeda.

toleransi antar umat beragama adalah penerapan sila-sila dari

Toleransi antar umat beragama adalah penerapan ajaran toleransi. Kebajikan toleransi menyiratkan rasa hormat terhadap perbedaan, dan itu terkait erat dengan kesediaan untuk menerima perilaku, kepercayaan atau pendapat yang berbeda dari pendapat sendiri. Ini melibatkan kesediaan untuk mentolerir tindakan orang atau kelompok lain bahkan jika ini berarti menerima pilihan pribadi mereka bahkan ketika pilihan tersebut bertentangan dengan keyakinan sendiri. Toleransi dapat diterapkan pada berbagai tingkatan:

  • Internal – Seseorang mungkin bersikap toleran secara internal dengan tidak berkomitmen begitu kuat pada posisi tertentu
  • Eksternal – Seseorang mungkin menunjukkan toleransi secara eksternal dengan tidak tersinggung dengan apa yang dilakukan atau dikatakan orang lain

toleransi kepada orang-orang dari agama yang berbeda.

Sila kedua dari toleransi antaragama adalah menerima dan mengizinkan perilaku atau keyakinan yang belum tentu disetujui oleh seseorang. Toleransi adalah konsep yang berlaku untuk berbagai konteks, tetapi makna yang paling mendasar dapat diringkas sebagai kemampuan untuk menerima atau mengizinkan perilaku atau keyakinan yang belum tentu disetujui oleh seseorang. Ini juga dapat melibatkan pemberian penghormatan dan pertimbangan yang sama, termasuk kebebasan beragama dan penentuan nasib sendiri (misalnya, kebebasan dari paksaan).

Salah satu aspek penting dari prinsip ini melibatkan pengakuan keabsahan agama yang berbeda dengan caranya sendiri, tanpa perlu mengubah orang lain ke dalam keyakinan Anda agar mereka menerimanya sebagai hal yang sah. Ini berarti bersedia mentolerir pendapat orang lain tentang apa yang dianggap “benar” bagi mereka – serta menghormati mereka yang memilih jalan yang berbeda dari diri Anda sendiri ketika harus menjalani keyakinan Anda sendiri (atau ketiadaan keyakinan itu).

Kesimpulan:

Toleransi adalah kemampuan untuk menerima atau mengizinkan keyakinan, perilaku, praktik, dll yang berbeda. Ini bukan hanya sikap pasif; toleransi membutuhkan keterlibatan aktif dengan pandangan orang lain dan hak mereka untuk memegangnya.

Penting untuk diingat bahwa toleransi tidak sama dengan penerimaan atau persetujuan – ini hanyalah tindakan menghormati sudut pandang orang lain.

Kesimpulannya, dunia kita penuh dengan beragam orang yang memiliki keyakinan dan praktik yang berbeda. Toleransi antar-agama adalah penerapan ajaran toleransi kepada orang-orang dari agama yang berbeda. Penting bagi kita sebagai individu untuk bersikap toleran terhadap mereka yang tidak sepaham dengan kita dalam berbagai hal dalam hidup karena ini akan membantu kita tumbuh sebagai individu dan lebih memahami satu sama lain.