Luvi Silverberg
November 29, 2022

Berikut ini yang merupakan jenis makanan yang halal adalah

Istilah halal adalah bahasa Arab untuk “halal”. Dalam konteks makanan, istilah ini mengacu pada makanan yang diperbolehkan oleh hukum Islam. Ada juga makanan yang haram, atau tidak halal. Misalnya, daging babi dianggap haram karena babi tidak memiliki kuku dan usus seperti hewan lain yang dapat dikonsumsi umat Islam (domba, sapi, dll.). Makanan lain yang dianggap haram termasuk darah (dari hewan), zat-zat yang memabukkan seperti alkohol atau obat-obatan (karena mereka berbahaya bagi kesehatan seseorang), dan makanan apa pun yang telah terkontaminasi dengan salah satu zat ini.

Daging dari hewan yang telah disembelih menurut aturan Islam

Agar dianggap halal, daging harus berasal dari hewan yang disembelih sesuai dengan aturan Islam. Umat Islam dilarang memakan makanan yang tidak halal, jadi ini adalah aspek yang sangat penting dalam agama.

Penting bagi umat Islam untuk mengetahui hewan mana yang dianggap halal dan mana yang tidak karena mereka perlu menghindari makan jenis daging tertentu dengan segala cara. Misalnya, seorang Muslim dilarang makan daging babi karena babi tidak dianggap halal oleh hukum Yahudi atau standar agama lain (misalnya, Kristen). Juga, jika seekor hewan mati sebelum dapat disembelih sesuai dengan aturan Islam – jenis yang paling umum adalah “hidup dan sehat” – maka dagingnya juga tidak dapat digunakan sebagai makanan halal.

Telur dari ayam bebas kandang yang tidak lebih dari 18 hari

  • Telur dari ayam bebas kandang yang tidak lebih dari 18 hari

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang halal:

Ikan dari air yang mengandung sisik dan sirip

Ini adalah kelompok ikan yang mencakup ikan dengan sisik, sirip dan ekor.

Kelompok ini juga mencakup kerang-kerangan, krustasea dan hewan air lainnya yang memiliki cangkang seperti lobster dan kepiting.

Sayuran dan buah-buahan (selama belum terkontaminasi)

Sayuran dan buah-buahan dianggap halal. Selama belum terkontaminasi dengan bahan haram, sayuran dan buah-buahan adalah halal. Namun, untuk amannya, Anda harus mencucinya secara menyeluruh sebelum memakannya. Hindari sayuran atau buah-buahan yang tidak terlihat segar atau berbau tidak sedap. Pastikan Anda mengupas kulit luar bawang jika Anda tidak yakin apakah bawang tersebut telah terkontaminasi dengan bahan haram seperti jus bawang. Hal yang sama berlaku untuk kentang jika mereka telah bertunas atau mengembangkan jamur pada kulitnya; kupas bagian ini secara menyeluruh sebelum memasaknya atau memakannya mentah-mentah.

Kesimpulan

Seperti yang Anda lihat, ada aturan khusus untuk konsumsi daging halal. Misalnya, daging harus berasal dari hewan yang telah disembelih sesuai dengan hukum Islam dan tidak dipingsankan terlebih dahulu (ini disebut dhabihah). Tanda-tanda bahwa daging Anda mungkin tidak halal termasuk:

  • Hewan dipingsankan sebelum disembelih (di beberapa negara, ini diwajibkan oleh hukum)
  • Dikemas di fasilitas atau negara yang tidak halal

Secara keseluruhan, ada banyak jenis makanan yang halal. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua makanan termasuk dalam kategori ini – seekor hewan hanya dapat dianggap halal jika telah disembelih sesuai dengan aturan Islam.