Luvi Silverberg
November 25, 2022

Bagi para rasul iradhul basyariyah merupakan?

Pengertian

Para rasul, iradhul basyariyah adalah kehidupan mereka.

Kematian

Ketika Nabi Muhammad (damai dan berkah besertanya) meninggal dunia, kata-kata terakhirnya adalah: “Segala puji bagi Allah.” Beliau tidak mengatakan apa-apa selain itu.

Tetapi bagaimana perjalanan beliau? Dan bagaimana kematiannya? Apa yang beliau pelajari darinya? Bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan dan pemahaman kita tentang kematian?

Nabi Muhammad saw tahu bahwa hidupnya akan berakhir. Beliau mengetahui hal itu dengan pasti karena beliau mengetahui bagaimana orang-orang terbunuh sebelum beliau, sehingga beliau mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan ini dengan aktif dalam pelayanan terhadap tujuan Allah sampai beliau menghembuskan nafas terakhirnya di bumi. Dikatakan bahwa ketika seseorang bertanya kepada salah seorang sahabat tentang apa yang terjadi setelah kematian, mereka menjawab: “Jika Anda ingin kami menceritakan kepada Anda tentang perjalanan kami melalui akhirat [setelah kematian], maka dengarkanlah dengan seksama.” Sahabat itu menjawab: “Ya.” Mereka berkata: “Kami melakukan perjalanan sampai kami mencapai suatu tempat di mana terdapat dua jalan; satu jalan menuju ke bawah menuju kegelapan sementara yang lain menuju ke atas menuju cahaya.” Sahabat itu bertanya kepada mereka jalan mana yang mereka pilih; mereka berkata: “Kami memilih jalan yang mengarah ke atas menuju kejelasan yang lebih besar.”

Kehidupan

“Hidup adalah anugerah, berkah dan perjuangan.”

Dalam Qur’an Suci, Allah berfirman: “Dan Kami telah mengutus kamu ke dunia ini untuk kehidupan, agar kamu dapat mencapai (kehidupan) ini dengan perbuatan dan tindakanmu.” (Al-Qur’an 14:4)

Hidup ini bagaikan ujian yang harus dilalui oleh semua manusia di bumi. Nabi Muhammad saw bersabda: “Setiap orang yang memiliki hati harus menganggapnya mati sampai ia bertemu dengan Allah.” Apa artinya ini? Bahwa seseorang harus menganggap dirinya mati dari setiap aspek kehidupan sampai ia mati dalam realitas; kemudian ia akan dibangkitkan dengan jiwanya dikembalikan lagi kepadanya sehingga ia dapat memulai kehidupan barunya di Akhirat tanpa ada yang tertinggal dari keberadaannya di dunia ini, kecuali perbuatan baik atau dosa-dosa yang dilakukan selama saat-saat ketika kita masih hidup secara fisik di bumi, tetapi jiwa kita tidak ada sama sekali!

Janji

Kata “iradahul basyariyah” berarti mengambil sumpah yang mengikat orang yang mengambilnya, baik oleh dirinya sendiri atau melalui orang lain. Dalam Al-Qur’an, ayat mengenai topik ini menyatakan:

  • “Dan (ingatlah) ketika Kami membuat perjanjian dengan kamu dan Kami tinggikan gunung Tur di atas kamu: ‘Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah’: mereka berkata, ‘Kami mendengar tetapi tidak taat’; dan mereka dibuat minum dalam hati mereka apa yang dilarang mereka katakan.” (Al-Hashr 59:12)
  • “Allah telah mendengar orang yang memuji-Nya. Dan bagi mereka yang menerapkan Hukum-hukum Allah tidak ada otoritas yang dapat mengubahnya.” (Al-Ahzab 33:63)

Kesimpulan

Pelajaran ini merupakan pengingat yang baik akan janji Allah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub bahwa Dia akan memberkati semua bangsa melalui mereka. Hal ini juga menunjukkan bahwa perjanjian yang baru tidak terbatas hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi diperluas untuk mencakup bangsa-bangsa lain juga. Akhirnya, ini mengingatkan kita bahwa Yerusalem Baru masih akan turun dari surga (Wahyu 21-22).

Selain menjadi wahyu kebenaran, ini adalah kisah yang menginspirasi tentang bagaimana Allah dapat menggunakan siapa saja yang percaya kepada-Nya untuk tujuan-Nya. Dan kita harus ingat bahwa jika Allah dapat bekerja melalui Musa – seorang pembunuh menurut standar masa kini – Dia pasti dapat bekerja dengan kita!

Para rasul iradhul basyariyah dijanjikan kehidupan setelah kematian mereka, bahwa mereka akan dapat melihat Allah lagi. Apa yang akan terjadi ketika kita mati? Apa yang terjadi ketika kita berjumpa dengan Allah? Kita harus takut masuk neraka jika kita tidak percaya kepadanya karena itu adalah sesuatu yang buruk dan mengerikan.